BERITA TEKNOLOGI | berita tentang teknologi Turki - BERITA TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY NEWS | BERITA TECHNOLOGY

Breaking

About Me

Kamis, 18 Juli 2019

BERITA TEKNOLOGI | berita tentang teknologi Turki

Turki Beli Rudal S-400, Trump Batal Jual Jet F-35

BERITA TEKNOLOGI | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kecewa dengan Turki yang tetap melanjutkan kontrak pembelian rudal pertahanan udara S-400 produksi Rusia. Trump kemudian memutuskan mengurungkan proyek penjualan jet tempur F-35 untuk Turki.

"Karena mereka memiliki sistem rudal pertahanan udara produksi Rusia, sekarang mereka dilarang melakukan pembelian 100 pesawat. Saya yakin tersebut membuat Lockheed tidak senang. Itu mempengaruhi tidak sedikit pekerjaan, dan sebetulnya saya selalu memiliki hubungan baik dengan Erdogan (Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan)," ujar Trump dalam rapat kabinet, seperti dikutip CNN, Rabu (17/7).

Trump lantas menyalahkan Presiden Barack Obama yang dirasakan gagal memasarkan sistem rudal pertahanan udara produksi AS, Patriot, yang menciptakan Turki berpaling untuk senjata Rusia. Namun, tuduhan tersebut justru ditentang oleh orang-orang yang menangani langsung penawaran itu.


Berdasarkan keterangan dari mereka, Turki sebetulnya mau melakukan pembelian rudal Patriot asal dengan kriteria transfer teknologi. Permintaan tersebut yang tidak dapat dikabulkan AS.

"Kami kini menyatakan sebab Turki sudah melakukan pembelian rudal lain, kami tidak akan memasarkan jet tempur F-35. Ini ialah situasi yang sulit untuk mereka dan kami. Situasi ini tidak adil," kata Trump.

Pengiriman etape kesatu rudal S-400 telah tiba di Turki. Perangkat tersebut dikirim dari Rusia memakai dua pesawat dan ditempatkan di pangkalan udara Murted, Ankara.

Industri Pertahanan Turki (SSB) menuturkan S-400 itu akan beroperasi dengan teknik yang ditentukan oleh otoritas berhubungan "setelah sistem senjata tersebut sepenuhnya siap."


SSB menuturkan ekspedisi S-400 bakal berlanjut dalam sejumlah hari ke depan memakai pesawat.

Lembaga Federal Rusia guna Urusan Kerja Sama Teknis Militer mengonfirmasi ekspedisi S-400 tersebut untuk kantor berita TASS.

Mengutip sumber diplomatik militer Rusia, TASS mengadukan bahwa pesawat lainnya yang membawa sejumlah unsur S-400 bakal berangkat ke Turki "dalam masa-masa dekat."

Tahap ketiga ekspedisi S-400 yang terdiri dari 120 rudal diberitakan akan melewati jalur laut "yang bisa jadi besar dilangsungkan pada akhir musim panas" tahun ini.

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pun telah mengungkapkan kekhawatirannya berhubungan pembelian S-400.

Aliansi pertahanan negara Eropa dan Amerika Utara tersebut telah berulang kali memperingatkan Turki, yang sekitar ini berupaya menjadi anggota Uni Eropa, bahwa S-400 tidak cocok dengan sistem senjata NATO, tergolong jet tempur F-35.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar