BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi ponsel - BERITA TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY NEWS | BERITA TECHNOLOGY

Breaking

About Me

Jumat, 19 Juli 2019

BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi ponsel



BERITA TEKNOLOGI | Polandia dan Lithuania menginvestigasi risiko keamanan untuk pemakai software pengeditan wajah produksi Rusia, FaceApp. Aplikasi yang bisa 'menyulap' wajah menjadi tua ini sedang viral dalam kalangan pemakai media sosial. 

Dilansir dari AFP, Kementerian Urusan Digital Polandia menuliskan pihaknya meneliti risiko ketenteraman yang dimunculkan oleh FaceApp terhadap data individu pemakainya, meskipun ada garansi dari perancang bahwa software tersebut aman.

"Selama sejumlah hari di Polandia dan di semua dunia, media sosial telah dipenuhi oleh gelombang potret yang dimodifikasi dari pemakai yang 'menua'," catat kementerian hal digital Polandia.
Lihat juga: Disebut Berbahaya, Aplikasi Wajah Tua FaceApp Angkat Suara
"Berbagai pakar menunjukkan bisa jadi risiko berhubungan perlindungan privasi pemakai yang tidak memadai," katanya dalam pengakuan di website webnya.

Lithuania pun sedang menginvestigasi potensi ancaman yang dimunculkan oleh FaceApp yang mungkin memprovokasi data individu pemakai. Potensi ini diungkap oleh Wakil Menteri Pertahanan Edvinas Kerza untuk AFP.

Kerza menambahkan bahwa pembuat FaceApp sudah bekerja sama dengan perusahaan internet Rusia lainnya yang barangkali tidak mematuhi peraturan pemakaian data UE.

Aplikasi produksi Rusia tersebut juga telah merangsang kekhawatiran di AS. Senat Chuck Schumer mengatakan untuk FBI dan Komisi Perdagangan Federal untuk menyaksikan risiko ketenteraman & privasi nasional yang terhubung dengan software tersebut.

Saat ini software gratis sangat populer di Google Play dengan lebih dari 100 juta unduhan, FaceApp dikenalkan dua tahun kemudian dan baru-baru ini menjadi viral sesudah alat pengeditan terbaru, filter penuaan, merangsang banjir selfie selebriti.

Baca juga : kuliah sambil kerja

Pengembang Wireless Lab berbasis di pusat teknologi tinggi Skolkovo di sekitar Moskow, tidak jarang disebut Lembah Silikon Rusia.

CEO FaceApp Yaroslav Goncharov mengatakan untuk Washington Post bahwa pihak berwenang Rusia tidak mempunyai akses ke data pemakai apa pun.

Goncharov pun mengatakan untuk Post bahwa beberapa besar potret dihapus dari servernya dalam masa-masa 48 jam dan mengatakan software tersebut tidak memakai gambar untuk destinasi lain.

Goncharov dan Wireless Lab tidak bisa segera dihubungi oleh AFP untuk menyerahkan komentar.

Baca juga : perkembangan teknologi yang pesat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar