BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi nasa - BERITA TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY NEWS | BERITA TECHNOLOGY

Breaking

About Me

Senin, 22 Juli 2019

BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi nasa

10 Fakta yang Jarang Terungkap di Misi Apollo 11

BERITA TEKNOLOGI | Pendaratan insan ke Bulan pada 16 Juli 1969 menjadi penanda untuk perkembangan ilmu sains dan pengetahuan di tengah Perang Dingin antara AS dan Uni Soviet (kini Rusia). 

Di balik dua urusan tersebut, tujuan yang menelan ongkos sekitar US$25 miliar (atau setara dengan Rp375 triliun nilai ketika ini) menyisakan sejumlah kenyataan yang jarang diketahui tidak sedikit orang. Dihimpun dari sekian banyak  sumber, inilah fakta-fakta tujuan Apollo 11:

Misi mula hanya hendak mengirim ke orbit Bulan
Awalnya tujuan Apollo 11 melulu ingin mengantarkan astronaut ke orbit Bulan. Namun Presiden John F. Kennedy dalam pidatonya mengatakan andai AS bakal mendaratkan insan di permukaan Bulan. NASA lantas menyiapkan misi supaya Apollo 11 dapat mendarat di Bulan dan pulang ke Bumi.


Ketiga astronaut tenang ketika lepas landas
Neil Armstrong, Michael Collins, dan Edwin Aldrin tak dapat menutupi rasa gugup sesaat sebelum tujuan Apollo 11 lepas landas dari Kennedy Space Center, Florida. 

Armstrong menjadi awak yang sangat gugup sampai denyut jantungnya menjangkau 110 bpm, Collin sengan 99 bpm, dan Buzz sebagai yang sangat tenang dengan 88 bpm. Dalam situasi normal, denyut jantung insan berada di rentang 60-100 denyut per menit (bpm).

Kostum astronaut diciptakan oleh perusahaan pakaian dalam wanita
Playtex melewati divisi International Latex Corporation (ILC) Dover ditunjuk untuk menciptakan kostum astronaut. Keputusan ini merangsang perdebatan di kalangan perusahaan mode. 


Manajer NASA dinamakan sempat memaksa perusahaan guna bekerja di bawah pengawasaan Hamilton Standar, perusahaan yang sempat mengemukakan gugatan atas penunjukkan Playtex. Namun karyawan Playtex sukses menyelinap ke Hamilton Standar guna merebut pulang desain baju astronaut, mengirimkannya kembali, dan sukses memenangkan kontrak.

Astronaut tidak sedikit minum air bersoda
Michael Collins dalam kitab 'Carrying the Fire' mengungakpakn teknologi sel bahan bakar dalam pesawat ruang antariksa membuat kandungan H2 dan O bergabung secara tidak sempurna sampai membentuk H2O. Hal ini yang menjadi penyebab semua astronaut mau enggan mengonsumsi tidak sedikit minuman bersoda guna terhindar dari dehidrasi.

Air bersoda menciptakan astronaut tidak jarang buang gas
Kendati situasi alam Bumi dan Bulan berbeda, tetapi konsumsi minuman bersoda tetap menyerahkan efek yang sama untuk para astronaut. Gas yang terdapat dalam minuman bersoda menciptakan perut kembung sampai membuat semua astronaut tidak jarang buang gas.

Baca juga : berita teknologi ponsel

NASA tidak siapkan kloset khusus

NASA mengakui andai pihaknya tidak menyiapkan kloset khusus untuk astronaut saat menikmati sakit perut. Walahasil, NASA malah memberikan solusi supaya para astronaut mengonsumsi obat anti-diare sampai-sampai tidak butuh buang air besar sekitar di Bulan.

'Nasib' air seni kesatu Buzz dan Armstrong
Jika Armstrong menjadi orang kesatu yang tiba di Bulan, maka Buzz rekannya menjadi orang kesatu yang buang air kecil di Bulan. Buzz dan Armstrong memakai alat khusus serupa 'popok' yang dikenakan di dalam kostum astronautnya. Keduanya pun mengaku sempat muntah ketika beradaptasi dengan keadaan di Bulan. Sisa muntah, urin, dan obat anti-diare dua-duanya ditinggalkan dalam kantong di Bulan.

Kesulitan menancapkan bendera di permukaan Bulan
Armstrong dan Aldrin sempat beranggapan untuk menancapkan tiang dengan bendera AS bukan perkara sulit. Namun keduanya beranggapan ulang saat mendapati permukaan Bulan teruat dari batuan dengan lapisan debu tebal.


Mereka mengakui penancapan bendera menjadi di antara tugas terberat sekitar misi Apollo 11. Tak lama setelah dua-duanya bersiap lepas landas pulang ke Bumi, tiang bendera dengan cepat roboh terbawa angin dan bisa jadi besar hancur.

Richard Nixon menyiapkan pidato andai ketiga astronaut hilang kontak
Presiden Richard Nixon ketika peluncuran sudah menyiapkan dua macam pidato: saat misi sukses dan ketika ada bisa jadi terburuk. Nixon bahkan sudah meniapkan pidato guna berjaga-jaga andai ketiga astronaut tidak pernah pulang ke Bumi.

"Takdir sudah menahbiskan bahwa orang-orang yang pergi ke Bulan untuk mengembara dengan damai bakal tetap di Bulan guna beristirahat dengan tenang. Orang-orang pemberani ini tahu bahwa tidak terdapat harapan guna mereka kembali. Tetapi mereka tahu bahwa terdapat harapan untuk umat insan untuk pengorbanan mereka," tulis penggalan pidato yang kesudahannya urung dibacakan.

Karantina sekitar dua pekan sesudah kembali ke Bumi
Ketiga astronaut akhirnya tiba dengan selamat pada 24 Juli 1969 di Samudera Pasifik. Khawatir andai ketiganya membawa mikroba dari Bulan, NASA menyimpulkan untuk mengkarantina ketiganya sampai 9 Agustus 1969.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar