BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi it - BERITA TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY NEWS | BERITA TECHNOLOGY

Breaking

About Me

Jumat, 05 Juli 2019

BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi it



berita teknologi it - Rencana pemerintah guna memberlakukan regulasi IMEI (International Mobile Equipment Identity) pada pertengahan Agustus mendatang menurunkan minat masyarakat untuk melakukan pembelian ponsel ilegal atau lebih dikenal dengan sebutan ponsel BM (black market).

Sejumlah pengujung ITC Roxy Mas, Jakarta Barat saat didatangi CNNIndonesia.com mengaku sekarang lebih memilih untuk melakukan pembelian ponsel legal dengan nomor IMEI yang telah terdaftar di basis data Kementerian Perindustrian.

Takim, di antara pengujung menyatakan tidak lagi punya minat membeli ponsel BM bilamana aturan IMEI diterapkan. Padahal sebelumnya ia menyatakan pernah melakukan pembelian ponsel BM secara daring.
"Saya jadi tidak minat, lebih baik mahal tidak banyak tapi jelas garansinya. Kalau contohnya beli langsung di lokasi gerai sah itu dapat langsung dijajal dan dapat jaminan resmi," kata Takim saat didatangi di ITC Roxy Mas, Jakarta Barat, Kamis (4/7).

Takim berdalih harga oleng yang ditawarkan penjaja daring guna ponsel BM kala tersebut membuatnya tergiur guna membeli. Ia mengaku melakukan pembelian ponsel Realme 3 Pro versi RAM 4 GB dan ROM 64 GB ekuivalen Rp2 juta. Di gerai resmi, ponsel yang sama dijual Rp3 juta.

"Itu memang lebih murah. Dengan spesifikasi RAM 4GB aja bisa Rp2 juta. Jadi saya tergiur dengan harga murah," jelasnya.

Namun, ia mengaku pun pernah mempunyai pengalaman pahit saat melakukan pembelian ponsel Xiaomi secara BM di toko. Hanya saja ia mesti menelan pil pahit lantaran ponsel barunya tersebut rusak ketika ia hingga di rumah.
"Saya waktu tersebut pernah beli ponsel Xiaomi ilegal secara offline, pas di tes di tempat dapat berfungsi. Saat diangkut pulang, layarnya justeru blank," ucapnya.

Lain halnya dengan Takim, Putri yang pun pengunjung ITC Roxy Mas menyatakan sejak mula tidak pernah punya minat membeli ponsel BM. Baginya, pembelian ponsel ilegal terutama yang dibeli secara daring rentan terpapar penipuan.

Harga murah yang ditawarkan malah tak menciptakan Putri gampang tergoda untuk melakukan pembelian ponsel ilegal.

"Dari dulu bila beli ponsel ilegal secara online tersebut tidak meyakinkan sebab harganya murah dari harga standar. Kalau beli ponsel online itu dapat jadi penipuan. Misalnya ketika sudah transfer, ponsel tak kunjung dikirimkan," jelas Putri.
Pengunjung lainnya, Monik menuliskan minat masyarakat dapat turun drastis bilamana ada pendidikan sejak mula bahwa eksistensi ponsel ilegal berpotensi besar merugikan negara.

Monik menilai seharusnya pemerintah sejak mula memberikan edukasi tersebut supaya masyarakat tidak melakukan pembelian ponsel ilegal. Pasalnya sampai saat ini, tidak sedikit masyarakat yang memilih melakukan pembelian ponsel ilegal lantaran harga murah tanpa memahami efek buruk di belakangnya.


Ditambah rayuan saudagar yang berupaya meyakinkan konsumen dengan memakai istilah 'garansi distributor' guna ponsel ilegal yang dipasarkan.

"Sejak mula harusnya ada pendidikan bersangkutan ponsel ilegal. Alasan dinamakan ilegal kan sebab tidak menunaikan pajak sebab tidak lewat penyalur resmi," ucap Monik.

Baca juga : perkembangan teknologi indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar