BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi komunikasi - BERITA TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY NEWS | BERITA TECHNOLOGY

Breaking

About Me

Sabtu, 22 Juni 2019

BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi komunikasi


Cara pendaftaran aktivitas Robopark “Make, Innovate, and Robotize in Industry 4.0.”:

a. Setiap peserta dapat mendaftarkan dengan menghubungi contact person yang tertera          dalam proposal ini.
b. Setiap nama peserta harus mencantumkan nama lengkap guna keperluan pencetakan          sertifikat.
c. Peserta yang mendaftarkan diri WAJIB disertai dengan namadosen pendamping dari            institusi terkait.
d. Peserta didik WAJIB menggunakan almamater univeristas.




berita teknologi komunikasi - Telkomsel mengklarifikasi kerja sama dengan Ericsson guna pengadaan jaringan 5G di Indonesia. Media relation manager Telkomsel Singue Kilatmaka menuliskan kerja sama itu baru menguji coba pemakaian perangkat 5G Ericsson.

Ia menekankan sampai saat ini Telkomsel belum menilai partner vendor untuk membina infrastruktur 5G.

"Kalau dengan Ericsson kemarin tersebut lebih ke arah bahwa anda uji jajaki 5G yang mereka punya. Tapi belum terdapat kesepakatan anda akan pakai teknologi tersebut untuk ke depannya. Jadi Ericsson punya barang, ya anda coba perangkat 5G, namun belum pasti nanti bakal dipakai," ujar Singue usai konferensi pers di area Gunawarman, Jakarta Selatan, Kamis (20/6).
Singue menyatakan Telkomsel ketika ini masih membuka lebar kemitraan dengan semua vendor penyedia teknologi 5G. Tlkomsel sebelumnya sudah menguji jajaki 5G ketika Asian Games 2018 kemudian dengan memakai perangkat Huawei.

"Kalau di Gelora Bung Karno, ketika uji jajaki 5G anda pakai Huawei. Huawei pun sifatnya belum penjajakan," imbuhnya.

Sementara guna infrastruktur jaringan lainya dari 2G sampai 4G, Telkomsel menjalin kerja sama dengan tidak sedikit vendor mulai dari Nokia, ZTE, Ericsson, dan Huawei.

"Budaya kami tersebut tidak pernah kerja sama melulu dengan satu vendor guna jaga quality of service. Jadi biar bila satu (jaringan) mati tidak semuanya mati. Itu yang kami takutkan," ujarnya.

Singue menuliskan pihaknya pun belum dapat menunjuk partner 5G sebab pemerintah belum merealisasikan regulasi standardisasi guna menilai spesifikasi perlengkapan dan alokasi spektrum 5G.
Pemerintah mesti meluangkan sejumlah 80-100 MHz spektrum secara kontinyu untuk setiap operator di band utama (seperti 3,5 GHz), dan selama 1 GHz untuk setiap operator di band millimeter wave (seperti spectrum diatas 24 GHz).

"Jangan sampai bila kita telah tentukan kini teknologinya, nanti tiba-tiba pemerintah mempunyai spesifikasi (standardisasi) sendiri dan tidak cocok dengan yang telah kita tentukan. Ini pun bahaya," ungkapnya.

Sebelumnya Ericsson sudah menjalin kerja sama dengan Telkomsel untuk membina infrastruktur jaringan 5G di Indonesia. Lewat laman sah Ericsson, Telkomsel diketahui memakai teknologi jaringan inti NFV infratrustcture (MFVI) kepunyaan Ericsson untuk menambah jaringan inti utama.

Baca juga :
teknologi informasi perkantoran modern
teknologi informasi online
teknologi robot canggih
teknologi terbaru suzuki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar