BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi gadget terkini - BERITA TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY NEWS | BERITA TECHNOLOGY

Breaking

About Me

Rabu, 26 Juni 2019

BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi gadget terkini


sekolah-robot

sekolah robotik jakarta robopark sebuah lembaga kursus pembuatan Robot merupakan pekerjaan yang penuh tantangan sekaligus pun mengasyikkan serta bisa membangunkan skill urgen guna anak dalam sekian tidak sedikit bidang seperti membaca, meneliti, berpikir kritis, memecahkan masalah, mekanika, elektronika, dan pemrograman komputer. sekolah robotic jakarta

Melalui robotic anak akan mengenal teknik-teknik yang benar-benar dipakai dalam dunia sains, desain, permesinan dan TI. Mereka akan mendisain, membangun, memprogram, dan menguji model yang betul-betul berfungsi. Dan mereka akan bertingkah layaknya seorang ilmuwan muda, menggarap investigasi, kalkulasi, menilai hasil kerja, mencatat serta mempresentasikan hasil kerja mereka.

Mereka akan diberi tantangan yang harus dipecahkan bersama. Materi dan pekerjaan yang di berikan akan memperkenalkan mereka pada aplikasi teknologi otomatisasi yang sama dengan yang dipakai di dunia industri saat ini dan membekali mereka dengan skill yang dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan masalah dengan kiat mereka sendiri.

Kami akan membantu anak dalam meningkatkan skill dengan membangun dan memprogram robot pintar dengan kiat yang alami, melalui proses pembelajaran langkah demi langkah. Dengan bantuan modul robotic dari sekian tidak sedikit produk robotic tak asing di dunia seperti Kaimax, Pololu dan PICAXE serta digabungkan dengan kurikulum robopark Robotics School yang progresif maka kami dapat memberi perlengkapan yang tepat guna anak untuk menuangkan pengetahuan mereka ke dalam praktek, kemudian menantang mereka untuk menghasilkan usulan segar sendiri.dengan itu anak didik di beri pandangan membuat robot dengan alat” yang sudah tidak bisa di gunakan atau perlengkapan bekas, kreasi masing”

Baca juga :
sekolah robot depok
template bloger gratis
berita tentang ekonomi



berita teknologi gadget terkini - Kamis kemudian (20/6) dapat saja menjadi titik mula konflik bersenjata AS melawan Iran. Setelah saling lempar sindiran, ancaman, dan serangan lokal, Presiden AS Donald Trump nyaris saja memberangkatkan pesawat pengebom ke distrik Iran. Perintah tersebut dianulir 10 menit kemudian. 

Beberapa jam sebelumnya, pesawat drone mereka, RQ-4 Global Hawk, ditembak jatuh oleh rudal darat ke udara. "Setelah itu, saya tanya berapa yang bakal mati (pasca serangan ke Iran, Red). Seorang jenderal membalas ada 150 orang," ungkap Trump lewat akun Twitter-nya.
Saat tersebut Trump langsung mencungkil jari dari pelatuk. Dengan santai, dia mengira bahwa serangan balasan AS tak berimbang. Toh, yang dijatuhkan Iran adalahpesawat tanpa awak. Tak terdapat jiwa yang gugur.

"Saya merasa tak butuh buru-buru. Militer AS ialah yang terbaik di dunia," imbuh ayah Ivanka tersebut menurut keterangan dari Daily Express.
Soal rugi, pasti Pentagon paling kehilangan. Berdasarkan keterangan dari Agence France-Presse, Global Hawk ialah salah satu drone termahal di dunia. Satu unit bernilai USD 120 juta (Rp 1,6 triliun). Tapi, serangan petang di negara yang dipimpin Hassan Rouhani itu dapat berujung ke sesuatu yang lebih genting.

Beberapa kantor berita mengungkapkan bahwa konflik Iran dan AS dapat menjadi embrio perang dunia ketiga. Beberapa lainnya memandang prediksi tersebut berlebihan. Namun, politikus AS menyatakan khawatir andai memang perang dunia terjadi. Pasalnya, Trump telah menyinggung tidak sedikit negara dalam 2,5 tahun masa jabatan presiden.
"Dia memandang pekerjaannya kini sama dengan reality show The Apprentice. Dia seakan tak tahu akibat keputusannya terhadap dunia," kata senator Republik Bob Corker.
Kubu oposisi merasa jauh lebih buruk. Jantung Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi nyaris berhenti saat tahu AS nyaris saja mengerjakan agresi militer. Dia hingga memuji Trump yang masih menjaga kepala dingin. Sebagai pentolan Demokrat, Pelosi nyaris tak pernah memuji suami Melania itu itu. "Saya tidak menemukan informasi mengenai rencana serangan tersebut," ungkapnya.

Tak terdapat yang tahu apa benar perang global akan terjadi ketika AS mengerjakan agresi. Namun, tidak sedikit yang menekankan bahwa konflik tersebut tentu menyeret kubu lain. Setidaknya, negara-negara di Timur Tengah.

Jika dikomparasikan apple-to-apple, kekuatan militer Iran kalah jauh dari AS. Satu-satunya kelebihan ialah lokasi pertempuran dan jumlah tentara. Iran punya lebih dari 700 ribu tentara. Itu belum tergolong personel Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang menjangkau 125 ribu.
Tentu, desas-desus yang beredar, Iran punya teknologi yang dapat mematikan. Pakar geopolitik Brandon Weichert mengatakan, Iran punya senjata gelombang elektromagnetik (EMP). "Senjata itu dapat melumpuhkan kekuatan AS sebelum mereka menyerang," ungkapnya.

Iran telah menegaskan bahwa pihaknya tak menggali masalah. Mereka merilis bukti tak menembak jatuh Navy P-8A Poseidon yang terbang tak jauh dari Global Hawk. Alasannya, pesawat tersebut tentu memuat awak, sementara Iran tak hendak jatuh korban jiwa. "Tujuan kami hanyalah memperingatkan AS," ujar Amir Ali Hajizadeh, komandan IRGC.

Di ketika yang sama, pemerintah Rouhani pun memamerkan taring. Mereka menuliskan bahwa militer siap merespons andai AS benar-benar mengerjakan serangan. "Serangan apa pun tentu akan dominan  secara regional atau internasional," ucap Seyed Sajjadpour, wakil menteri luar negeri, untuk BBC.
Pertanyaannya, seberapa dekat anda dengan perang Iran-AS? Banyak pakar yang merasa bahwa tersebut tidak jauh. Berdasarkan keterangan dari Kepala International Crisis Group Rob Malley, dalil utama Trump mengurungkan serangan itu ialah perhitungan anggaran. Ya, sang taipan memang tidak jarang mendahulukan deviden daripada yang lain.

Dalam kampanyenya, dia berjanji memulangkan tentara di luar negeri yang menghambur-hamburkan perkiraan serta menganiaya kerabat. "Jadi, dua instingnya bertabrakan. Satu bilang bahwa perang berkepanjangan akan menguras kantong AS. Satu lagi bilang bahwa AS tak dapat diperlakukan seenaknya," ungkap Malley yang jadi penasihat ketenteraman Gedung Putih di era Barack Obama.
Tentu, desas-desus yang beredar, Iran punya teknologi yang dapat mematikan. Pakar geopolitik Brandon Weichert mengatakan, Iran punya senjata gelombang elektromagnetik (EMP). "Senjata itu dapat melumpuhkan kekuatan AS sebelum mereka menyerang," ungkapnya.

Iran telah menegaskan bahwa pihaknya tak menggali masalah. Mereka merilis bukti tak menembak jatuh Navy P-8A Poseidon yang terbang tak jauh dari Global Hawk. Alasannya, pesawat tersebut tentu memuat awak, sementara Iran tak hendak jatuh korban jiwa. "Tujuan kami hanyalah memperingatkan AS," ujar Amir Ali Hajizadeh, komandan IRGC.

Di ketika yang sama, pemerintah Rouhani pun memamerkan taring. Mereka menuliskan bahwa militer siap merespons andai AS benar-benar mengerjakan serangan. "Serangan apa pun tentu akan dominan  secara regional atau internasional," ucap Seyed Sajjadpour, wakil menteri luar negeri, untuk BBC.

Pertanyaannya, seberapa dekat anda dengan perang Iran-AS? Banyak pakar yang merasa bahwa tersebut tidak jauh. Berdasarkan keterangan dari Kepala International Crisis Group Rob Malley, dalil utama Trump mengurungkan serangan itu ialah perhitungan anggaran. Ya, sang taipan memang tidak jarang mendahulukan deviden daripada yang lain.


Dalam kampanyenya, dia berjanji memulangkan tentara di luar negeri yang menghambur-hamburkan perkiraan serta menganiaya kerabat. "Jadi, dua instingnya bertabrakan. Satu bilang bahwa perang berkepanjangan akan menguras kantong AS. Satu lagi bilang bahwa AS tak dapat diperlakukan seenaknya," ungkap Malley yang jadi penasihat ketenteraman Gedung Putih di era Barack Obama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar